stupa Medan
P R E S E N T S
Vampir Ngungsi
( Komedi )
KARAKTER:
Boncel : 32 Th, selalu menjaga wibawa
Kampret : 30 Th, agak kasar
Jufri : 30 Th, ketus
Samsir : 29 Th, cuek
Si Gagap : 28 Th, gagap dan kurang percaya diri
Papa Vampir : 35 Th, vampir
Mama Vampir : 29 Th, vampir
Anak Vampir : 10 Th, vampir
Vampirose : 23 Th, vampir banci
Vampira : 19 Th, vampir tercantik
Vampiroy : 30 Th, vampir
Vampirmen : 30 Th, vampir
Vampirdin : 30 Th, vampir
Figurant : Disesuaikan dengan kebutuhan
Produksi @ 2005
SINOPSIS
Ramalan para ahli nujum di negeri vampir
Kini jadi kenyataan.
Makhluk aneh yang disebut-sebut dengan
Makhluk UFO telah memporakporandakan
Negeri vampir.
Anehnya, negeri vampir itu hanya akan dijadikan
Lapangan sepak bola.
Karena kalah bertempur, akhirnya para vampir
Mengungsi dan eksodus kemana saja.
Bagaimana nasib para vampir di negeri pengungsizn?
Saksikan bagian terkecil dari kisah
Vampir Ngungsi.
Cerita ini adalah fiktif belaka.
Jika ada kesamaan
tempat, nama, umur
dan tingkah laku,
Demi adat istiadat di dunia vampir
Kami mohon maaf.
stupa Medan
Trade Mark : VAMPIR NGUNGSI (KOMEDI)
Naskah : Tubagus Ayat Pradipta
Sutradara :
Produksi : stupa Medan
KETERBATASAN PANGGUNG BUKANLAH BERARTI IKUT MEMBATASI SEMUA PERAN YANG AKAN DIMAINKAN.
BABAK I
sETING: SUASANA PERKAMPUNGAN YANG DINGIN TANPA CAHAYA BULAN, SAAT ITU MALAM HAMPIR PAGI, HANYA SEBUAH LAMPU MINYAK TERGANTUNG DI SALAH SATU SUDUT POS RONDA YANG TERLETAK DI SUDUT KIRI PANGGUNG, SEDANG DI SALAH SATU SUDUT YANG LAIN BERDIRI MEGAH KENTONGAN. EMPAT ORANG PERONDA DENGAN SELIMUT MASING-MASING MENGGELUNG TIDUR KEDINGINAN.
LAYAR NAIK
MUSIK MENGALUN SEIRING NAIKNYA LAYAR
FADE OUT / FADE IN
MUSIK
TERLIHAT SEKAWANAN VAMPIR SEDANG MELINTASI SETAPAK JALAN, MEREKA ADA YANG MEMBAWA BUNTELAN, MENGGANDENG ANAK, MEMBAWA SEPEDA, MEMBAWA TERNAK TERMASUK AYAM DAN SAMA SEPERTI MANUSIA SAAT MENGUNGSI. SEDANG EMPAT ORANG PERONDA MASIH MENDENGKUR. SEORANG ANAK VAMPIR KEMBALI UNTUK MENGAMATI EMPAT ORANG PERONDA YANG SEDANG LELAP TERTIDUR.
ANAK VAMPIR I
(Menggaruk kepala dan penuh selidik) Lho, koq terbalik ya? Bangsa manusia malam hari tidur, sedang bangsa kami siang hari baru boleh tidur, dasar!
ANAK VAMPIR II
(Datang menghampiri) Eh, Vir ngapain, Lo? Ayo cepetan! Ntar lagi subuh nih! Kalau tidak cepat, kita pasti gosong nih oleh suara Adzan. Ayo!
ANAK VAMPIR I
Vir, lihat nih bangsa manusia, waktu tidurnya terbalik ya dengan bangsa kita.
ANAK VAMPIR II
(Kesal) Namanya juga manusia! Emang susah jadi manusia! Ya udah, mari kita tinggalkan tempat ini, aku mau muntah cium bau manusia. Iiiihhh….
TAK LAMA BERSELANG ROMBONGAN VAMPIR, LAPAT-LAPAT TERDENGAR SUARA ADZAN SUBUH. SEORANG PERONDA DATANG TERGOPOH-GOPOH DENGAN WAJAH SANGAT KETAKUTAN DAN DENGAN SUARA TERENGAH-ENGAH, PERONDA TERSEBUT MEMBANGUNKAN PERONDA LAINNYA YANG PULAS TERTIDUR.
Si GAGAP
(Tampak sangat ketakutan dan bingung) Cccel, Bon, Bbbb (tarik nafas) Bbbon.. Bbboncel! Bbb... Bbbang... Bbbangunh! Add.., ada, ada vammmh, ada vampirrr (mengguncang-guncang tubuh orang yang bernama Boncel)
BONCEL
(Menggeliat dan terbangun) Ada apa sih, Gap! (mengucek mata dan kembali menggeliat)
Si GAGAP
(Ketakutan dan kacau) Add..., adddda.., ada, dda.., da
BONCEL
(Masih mengantuk) Ada dada! Dada siapa? Mana? Ngomong yang jelas, Cel!
Si GAGAP
(Sangat kesal) Ah…! Bbb.., bbbu..., bbbukan ddd..., ddda.., ddada! Tetett.., ttapi vva.., vvva..
BONCEL
(Tak sabar dengan apa yang akan dikatakan Si Gagap) Ada vava! Vava siapa! Mana? Huu..!
Si GAGAP DENGAN KESAL DAN TERUS CEMBERUT MEMILIH DUDUK DI SALAH SATU SUDUT POS RONDA DAN GARUK-GARUK KEPALA MEMANDANGI TINGKAH BONCEL YANG SEDANG MENGGUNCANG-GUNCANG TUBUH TIGA PERONDA YANG MASIH TERTIDUR DENGAN LELAP.
BONCEL
Bangun, Sir! Ayo bangun semua! Ronda koq tidur! Apa yang dijaga! Dasar tukang tidur kalian!
KETIGA PERONDA DENGAN SANGAT MALAS MULAI BANGUN SATU-SATU DAN MEMILIH TEMPAT DUDUK SEENAKNYA.
SAMSIR
(Sambil menguap) Ah kau ini! Istilahnya, tak kau tengok aku tadi tidur jam berapa? Malah kau bangunkan pula aku jam segini. Maaf cakapnya, udah jam berapa pula sekarang, Pret? (Menguap lagi)
KAMPRET
(Melirik arloji yang dikenakannya) Jam 5 lewat seperempat..
JUFRI
(Tersentak) Mati aku!
(Si Gagap, Boncel, Samsir dan Kampret menoleh serentak ke arah Jufri)
MUSIK (Hanya beberapa nada saja)
JUFRI SIBUK DENGAN KAIN SARUNGNYA DAN MENCARI PEMUKUL KENTONG, SEDANG YANG LAIN BERKUMPUL MELIHAT DAN MENGIKUTI APA YANG AKAN DILAKUKAN JUFRI. JUFRI BERLARI MENUJU KENTONGAN DAN MEMUKULNYA SEBANYAK LIMA KALI.
(KOOR) Oh..... Memukul kentong...
JUFRI
(Menoleh pada rekan-rekannya) Kalo lewat seperempat, harus berapa kali aku pukul kentongan ini?
Si GAGAP
U, u, ud, udah cep, cece, cep, cepat kekes, keke, kesssh, kesin, kesini. Aa, aak, akkku mmmmau, bic, bic, bibic, bicaraaa (Tarik nafas)
BONCEL
(Keluar dari barisan) Oh ya kawan-kawan, tadi sewaktu kalian tidur, Si Gagap datang dengan wajah sangat ketakutan, sepertinya ada sesuatu yang ingin dikatakannya. Ayo coba katakan ada apa? (menoleh pada Si Gagap).
(KOOR) Ayo lah, Gagap, katakan apa yang kau lihat?
KAMPRET
Maling ayam? Maling bini orang? Atau maling Kundang?
(KOOR) Tertawa
SAMSIR
Eh sudah! Sudah! Canda aja.. Gap, maaf cakapnya, ayolah kau katakan apa yang terjadi? Pinomat apalah yang kau tengok?
Si GAGAP
(Tarik nafas 3X) Gin, gggin, gggini ccccce, ccerit, cceritanya, (tarik nafas lagi) Tad, tttttata, tadi, aaak, akkkk, akku, mmmem, mmeli, mmmelihat vvvava..
BONCEL
(Memotong) Melihat paha?!
(KOOR) Uuuuuu.......
SAMSIR
(Melambaikan tangan) Tenang kawan-kawan, tenang. Ayo teruskan, Gap.
Si GAGAP
(melanjutkan) Aakk, aaaku, mmmemeli, mmmmelihattt vvvva, vvamphh, vvvampir... (Tarik nafas lagi)
(KOOR) Melihat vampir...?!
SAMSIR
(Agak tertekan) Vampir kata kau? Alamaaak, matilah kita! (Berlari meninggalkan panggung)
SEMENTARA ITU, SEMUA PERONDA MENJADI TAKUT DENGAN APA YANG DIKATAKAN Si GAGAP. MEREKA PUN SATU PER SATU PERGI DENGAN SANGAT BURU-BURU DAN KETAKUTAN MENINGGALKAN PENTAS PERMAINAN.
LAYAR TURUN
FADE IN
LAYAR NAIK
DI PANGGUNG TERLIHAT SPANDUK UKURAN BESAR BERTULISKAN KESALAHAN BUKAN PADA MATA ANDA
”PAGI SAMPAI DENGAN SIANG HARI TIDAK ADA ADEGAN.
SEBAB VAMPIR TIDAK BISA MAIN TEATER MULAI PUKUL 05.00 s/d 18.00 WIB DAN AKAN DILANJUTKAN SETELAH ADZAN MAGHRIB”
FADE OUT
FADE IN
BABAK II
SETING:SAMA SEPERTI SETING PADA BABAK I (PERTAMA) TIDAK ADA PERUBAHAN. KECUALI PARA PERONDA YANG SEDANG TIDUR (Mereka tidak masuk dalam bagian seting).
MUSIK FADE OUT
ADEGAN DIAWALI DENGAN SUARA KENTONGAN SEBANYAK DUA BELAS KALI. SAMA SEPERTI MALAM SEBELUMNYA, SUASANA YANG DINGIN MENAMBAH MENCEKAM KEADAAN, TERUTAMA BAGI PARA PERONDA ( Kebetulan, masih peronda yang semalam). SAMSIR DAN JUFRI DULUAN DATANG KE POS RONDA, MEREKA BERBINCANG TENTANG VAMPIR YANG DISEBUT-SEBUT Si GAGAP DAN HILANGNYA SEMUA AYAM PELIHARAAN PENDUDUK KAMPUNG.
SAMSIR
Kampung kita sudah tak aman lagi. Istilahnya, semua ayam piaraan kita habis! Maaf cakapnya, kejam betul malingnya! Pinomat, satu ekor aja pun kita masih bisa maklum! Ini koq, semua ayam digarap, keterlaluan! (Geleng-geleng kapala).
JUFRI
Iya, ya..., kita juga kecolongan. Selama ini, siapa pun yang jaga malam, pasti aman-aman aja. Sekarang? Ah, entahlah! Siapa maling yang tega mencuri semua ayam di kampung kita ini ya, Sir?
SAMSIR
(Mengorek telinga) Fri, istilah maaf cakapnya, kalolah betul si Gagap melihat vampir, matilah kita! Kau tau makanan vampir itu apa, ha?
JUFRI
(Mengerutkan kening) Memangnya apa yang dimakan vampir itu, Sir?
SAMSIR
Ah, dasar bodoh kau, Fri! Darah! Maaf cakapnya, makanan vampir itu ya darah!
JUFRI
(Tanpa beban) Berarti, vampir itu mirip softex ya, Sir?
SAMSIR
(Agak kesal) Uh..! yang tolol kalilah kau, Fri! Maaf cakapnya, masa vampir kau samakan dengan softex, woooo.. (Geram)
JUFRI
(Agak marah) Koq marah kau?
SAMSIR
Makanya, banyak nonton tv kau! Istilah maaf cakapnya, biar enggak ketinggalan. Pinomat, bukan softex aja yang kau tau!
HENING SEJENAK
JUFRI
(Agak tegang) Eh, Sir! Kau tadi bilang makanan vampir itu darah?
SAMSIR
Ya! Kenapa? (Heran)
JUFRI
(Menjelaskan) Apa kau tak curiga, ayam-ayam itu dicuri vampir? Mereka kan makan darah, jangan-jangan...
SAMSIR
Betul kau, Fri, betul! Maaf cakapnya, bisa jadi apa yang kau bilang itu! Ini pasti ulah vampir, keparat! Istilahnya pasti vampir itu yang garap semua ayam piaraan di kampung ini! Yah..., ya.., masuk akal (Memetik jari)
MUSIK
PADA SAAT ITU, KAMPRET BERLARI MENUJU SAMSIR DAN JUFRI. DIA SANGAT KETAKUTAN, SEPERTI BARU MELIHAT HANTU (Padahal melihat vampir).
MUSIK FADE OUT
KAMPRET
(Terengah-engah) Syukur kelen udah di sini. Aku tadi ketemu anak vampir..
SAMSIR
Tenang kawan, tenangkan dirimu! (Sambil merangkul pundak Kampret) Maaf cakapnya, betul rupanya kau ketemu sama istilahnya vampir itu?
JUFRI
(Bergumam sambil patentengan) Hmm.., baru anak vampir udah kaco kayak gitu, cemmana kalo bapak vampir yang ditengoknya, mati jeganglah kau!
SAMSIR
Istilahnya masih yang sama. Kita semua tau, kampung kita dihebohkan oleh ayam. Maaf cakapnya, semua makhluk bernama ayam di kampung kita sudah habis, mungkin digarap oleh vampir.
JUFRI
Aku dan Samsir tadi membicarakan siapa maling ayam-ayam itu!
KAMPRET
Jadi kalian udah tau siapa malingnya?!
JUFRI
Ya!
KAMPRET
Siapa?
JUFRI
Vampir! Vampir itu seperti softex, menghisap darah!
SAMSIR
Maaf cakap, ayam-ayam di kampung ini pasti dimalingi vampir. Istilahnya untuk bertahan hidup, vampir butuh darah. Nah, ayam-ayam kitalah yang digarapnya.
KAMPRET
(Tertegun) Masuk akal juga alasan kalian. Ya.., ya.., (berjalan mondar-mandir)
BONCEL MUNCUL DENGAN KENTONGAN KECIL DI TANGAN DAN SENTER TERGANTUNG DI SISI KANAN TANGANNYA, LENGKAP DENGAN KAIN SARUNG YANG DISILANGKAN DITUBUHNYA.
BONCEL
Malam kawan-kawan, masih giliran kita yang ronda kan? Eh, kenapa pula kau, Pret? Koq mukamu pucat? (Meraba-raba wajah Kampret)
SAMSIR
Iya, Cel. Katanya dia ketemu sama maaf cakapnya vampir, jadi dia istilahnya ketakutan.
BONCEL
Ah.. vampir lagi, vampir lagi! Apa enggak ada yang bisa kau tengok lagi, Pret? Ngintip orang pacaran kek, apa kek! Ini malah nengok vampir. Eh, Pret! (Menghampiri Kampret) aku kasihtau kau ya! Vampir itu Cuma ada di Cina. Disini enggak ada! Kalo pun ada, itu bukan vampir, tapi Lampir! Mak Lampir! Tau kau itu, Pret!
KAMPRET
(Menegaskan) Ini bukan Mak Lampir, Cel! Sumpah! Aku ketemu sama anak vampir. Kalo ada anak, pasti ada papa dan mamanya!
SAMSIR
Betul! Itu betul! Kalo istilahnya ada anak, pasti maaf cakapnya papa dan mamanya juga ada. Pinomat kawan-kawannyalah!
KAMPRET
Kau dengar apa yang terjadi di kampung kita ini, Cel? Semua penduduk kampung heboh karena ayam piaraan kita hilang semua.
JUFRI
Dari buyut ayam sampai cicit ayam ludes semua, yang tinggal cuma bulu dan lincungnya aja!
SAMSIR
Istilah maaf cakapnya, gila kau, Cel!
BONCEL
Kalian yakin pelakunya vampir?
(KOOR) Yakin….
BONCEL
Kalau begitu, kita atur siasat untuk buat perhitungan dengan vampir, setuju?
(KOOR) Setuju…….
PADA SAAT BERSAMAAN, Si GAGAP MUNCUL DENGAN BELANTAN DI PINGGANG KIRINYA.
Si GAGAP
Sel, sese, selam, seseselamat mmm, mmma, ma..
BONCEL
(Tidak sabar dan memotong) Makan!
Si GAGAP
(Melanjutkan) Mmmalam kekeke, kkkkaw, kkkawan kawan (tarik nafas)
MUSIK
BELUM LAGI SADAR DENGAN APA YANG TERJADI, ADA DUA ANAK VAMPIR MELINTAS DI DEPAN MEREKA YANG SEDANG ASIK BERMAIN. PARA PERONDA HANYA BENGONG MELIHAT DUA ANAK VAMPIR TERSEBUT. KEBENGONGAN MEREKA DIBUYARKAN OLEH TERIAKAN KAMPRET.
KAMPRET
(Menunjuk ke arah dua anak vampir) Vampir! Itu vampir! (Gugup)
(KOOR) Ha....?! vampir?! (Berkumpul, mendekati Boncel)
BONCEL
(Mendapat ide) Pas....! Pas, kawan-kawan!
KAMPRET
(Ketakutan) Apanya yang pas, Cel?
BONCEL
(Menenangkan) Ya paslah! Kita tangkap anak vampir ini. Kita sandera!
JUFRI
Ih..! masa bisa? Ntar kita dianggap teroris lagi!
SAMSIR
Betul! maaf cakapnya kita pasti akan dituduh teroris!
KAMPRET
Aah..., sudahlah itu! Jangan berdebat! Kita buktikan bahwa ayam-ayam di kampung ini vampir-vampir itu malingnya!
Si GAGAP
Aa, aaak, aakk, akku tttta, tttak.... (Tarik nafas)
BONCEL
Kau diam aja, Gap! Jangan ngomong, nanti tambah kaco!
Si GAGAP
(Kesal) Ukh… (Tarik nafas)
BONCEL
Sekarang kita kepung mereka dan kita sandera! Pasti orang tua vampir ini datang untuk menolong anaknya. Kalau orang tuanya muncul kita tangkap untuk minta pertanggungjawaban..
SEMENTARA KEDUA ANAK VAMPIR YANG SEDANG ASIK BERMAIN ITU MENJADI KETAKUTAN DIDATANGI DAN DIKEPUNG PARA PERONDA. KEDUA ANAK VAMPIR PANIK! SATU MENANGIS, TERIAK DAN MENJERIT. SEDANG YANG SATU LAGI TERUS MEMANGGIL-MANGGIL ORANG TUANYA. PARA PERONDA DENGAN SIGAP MENYERGAP DAN MENGIKAT SERTA MENEMPATKAN MEREKA DI POS RONDA. KEMUDIAN PARA PERONDA SEMBUNYI, MENUNGGU VAMPIR-VAMPIR LAIN DATANG.
MUSIK FADE OUT
MELIHAT KEDATANGAN ORANG TUANYA, KEDUA ANAK VAMPIR ITU SEMAKIN HISTERIS.
PAPA VAMPIR
(Memberi isyarat pada mama vampir) Tuh, Ma anak-anakmu yang nakal. Tapi kenapa mereka terikat seperti itu?
MAMA VAMPIR
(Menghampiri penuh selidik) Pa! Mereka memang anak-anak kita. Aduh anak-anak mama, kenapa kalian terikat begini? Siapa yang telah memperlakukan kalian seperti ini? (Memeluk dan menciumi anaknya)
ANAK VAMPIR
(KOOR) Kami disandera manusia..
MUSIK : Beberapa nada
PAPA VAMPIR
(Berjalan mendekati) Apa? Manusia? Ayo cepat, ma! Kita bebaskan anak-anak kita sebelum ada manusia yang melihat! Gawat! Kalau kita sampai tertangkap manusia, kita pasti jadi pajangan minimal dijadikan foster! Sama seperti foster Del Piero, Beckham, Ronaldo atau yang lainnya! (Membantu melepas ikatan anaknya)
MAMA VAMPIR
Kita tidak selevel mereka, Pa! Kita ini masih selevel Kurniawan, Bima Sakti atau yang lainnya. Bukannya jadi foster malah jadi kertas pembungkus.
MUSIK
KEDUANYA BAHU-MEMBAHU MEMBUKA TALI PENGIKAT ANAKNYA. PADA SAAT ITI JUGA, PARA PERONDA MUNCUL DAN MENGEPUNG VAMPIR-VAMPIR ITU.
MUSIK FADE OUT
BONCEL
(Setengah tertawa dan masih ketakutan) Ha.., ha.., akhirnya ketangkap juga kalian!
SAMSIR
(Marah) Dasar maling! Maaf cakapnya, apa lagi yang mau kalian malingi? Setelah ayam-ayam kami, ha..!
BONCEL
(Komando) Kawan-kawan, tangkap mereka!
MUSIK
GERAK LAMBAT (SLOW MOTION)
MELIHAT GELAGAT YANG KURANG MENGUNTUNGKAN, PAPA VAMPIR DAN MAMA VAMPIR YANG SUDAH MELEPASKAN IKATAN ANAK-ANAKNYA MEMBERI PERLAWANAN PADA PARA PERONDA. KERIBUTAN TERJADI! PARA PERONDA BERHASIL DIHALAU. KEKUATAN VAMPIR MEMANG LUAR BIASA, PARA PERONDA JATUH BANGUN TERKENA PUKULAN VAMPIR. AKHIRNYA BONCEL MEMBERI ABA-ABA MUNDUR PADA SEMUA PERONDA.
BONCEL
(Terengah-engah dan sempoyongan) Kawan-kawan, lari!
MUSIK FADE OUT
KINI DI PANGGUNG HANYA ADA PAPA, MAMA DAN ANAK-ANAK VAMPIR.
MAMA VAMPIR
(Tarik nafas) Kalian tidak apa-apa anakku?
ANAK VAMPIR
(KOOR) Kami tidak apa-apa koq, Ma. (Keduanya menahan isak)
PAPA VAMPIR
(Lega) Syukurlah nak, kalian tidak apa-apa.
MAMA VAMPIR
(Menghampiri Papa) akhirnya mereka kita temukan dan kita selamatkan dari gangguan manusia ya, Pa. (Senang)
PAPA VAMPIR
Sini, Ma. Anak-anakku kemari, jangan menangis lagi.
ANAK VAMPIR
(KOOR) Kami sudah tidak menangis lagi, Pa.
MAMA VAMPIR
(Senang) Aku gembira, Pa. Kita bisa berkumpul lagi.
PAPA DAN MAMA VAMPIR BERPELUKAN DENGAN MESRA.
ANAK VAMPIR
(KOOR) Berpelukan.....
MUSIK
KEMUDIAN SALAH SATU ANAK VAMPIR MENGAMBIL KERTAS YANG BERTULISKAN ”SENSOR” MENUTUPI WAJAH KEDUA ORANG TUANYA.
MUSIK FADE OUT
PAPA VAMPIR
Anak-anak, mari kita pulang (Menggandeng mama dan anak-anaknyanya mengikuti)
TAK LAMA SETELAH ITU, DI TEMPAT TERPISAH NAMPAK PARA PERONDA SEDANG TERLIBAT PEMBICARAAN SERIUS. MEREKA DUDUK MELINGKAR. HANYA DUA BUAH OBOR YANG MENERANGI. MEREKA DISKUSI SAMBIL MELIHAT KANAN KIRI KARENA KETAKUTAN.
BONCEL
Oke, kawan-kawan, karena vampir terlalu kuat untuk kita lawan, rencana harus berjalan sesuai dengan naskah. Kita bagi tugas. Kampret dan Samsir dari sektor utara. Kau, Fri dan aku dari sektor selatan. Ingat! Semua harus sesuai naskah!
Si GAGAP
(Tunjuk tangan) Aaak, aaku sssa, samsam sama, sesise, ssssiapa? (Tarik nafas)
BONCEL
(Melanjutkan) Makanya kau dengar dulu. Aku belum selesai ngomong! Dasar Gagap! Kau Gagap, ikut dibarisan Kampret dan Samsir, setuju?
(KOOR) Setuju....!
MUSIK
BELUM MEREKA MEMULAI RENCANA, PARA PERONDA TERLEBIH DAHULU MELAKUKAN ”HOMPIMPAH”
FADE OUT
BABAK III
FADE IN
SETING: MASIH SEPERTI SETING AWAL.
MALAM KIAN LARUT DAN DINGIN. ADA POS RONDA YANG DIGANTUNGI LAMPU SENTIR DI SALAH SATU POJOKNYA. DI SISI LAIN ADA KENTONGAN. NAMUN SATU ORANG PERONDA PUN TIDAK KELIHATAN. MEREKA SEDANG MENJALANKAN RENCANA MEREKA SESUAI DENGAN NASKAH.
MUSIK
DI TENGAH PANGGUNG NAMPAK KEAKRABAN KELUARGA VAMPIR YANG TERDIRI DARI PAPA, MAMA DAN DUA ANAK VAMPIR. ANAK-ANAK VAMPIR ASIK DENGAN PERMAINAN PETAK UMPET, SEDANG PAPA SIBUK DENGAN BUNTELAN DAN MELETAKKAN SEMUA BARANG-BARANG BAWAAN MEREKA DI POS RONDA.
MUSIK FADE OUT
SESEKALI TERDENGAR GURAUAN DAN KETAWA ANAK-ANAK VAMPIR.
PAPA VAMPIR
(Tarik nafas dalam) Yes! Setelah semalaman kita keliling kampung, akhirnya kita temukan juga tempat yang ideal buat kita dan anak-anak ya, Ma..
MAMA VAMPIR
(Sambil mengawasi anak-anaknya yang asik main petak umpet) Syukurlah, Pa. Tapi rekan-rekan kita gimana nasibnya ya, Pa? jangan-jangan mereka tertangkap oleh manusia. Koq, mama jadi khawatir ya, Pa.
PAPA VAMPIR
Sudahlah, Ma. Ga usah dipikirin. Mereka pasti aman dan selamat. Mama kan tau, sebelum ngungsi, kita sudah dibekali Kung Fu Tai Chi oleh sutradara teater ini, jadi mama tidak usah ragu ya, sayang. (Sambil membelai rambut mama).
MUSIK
SEJURUS KEMUDIAN, SEKAWANAN VAMPIR MUNCUL DENGAN BEKAL MASING-MASING, TERMASUK MEMBAWA AYAM. MEREKA SANGAT GEMBIRA BERTEMU DENGAN KELUARGA KEPALA ROMBONGAN MEREKA. SEDANGKAN ANAK-ANAK VAMPIR SPONTAN HENTIKAN PERMAINAN.
MUSIK FADE OUT
VAMPIRA
(Nama vampir betina yang paling cakep)
(Melambaikan tangan pada Papa vampir) Om, apa khabar? Tante sehat kan? Gimana keponakanku? Aduh, rindunya, mmuah.. (Memeluk dan mencium pipi kiri kanan mama vampir)
VAMPIROY
Mang, apa khabar? Waduh, makin keren aja nih. (Sambil berjabatan tangan) Eh, Bibi, bagus bener kostumnya. Pasti ini kostum pilihan sutradara ya kan, Bi?
PAPA VAMPIR
(Senyum) Akhirnya kita semua berkumpul juga, (Tertawa) senang rasanya bisa ketemu kalian semua. Adik, saudara dan tetanggaku yang kucintai. Mari, silakan duduk.
VAMPIRMEN
Ketua, kita ini kan vampir. Masa vampir boleh duduk? Kalaupun boleh, mau duduk dimana? Lha wong panitianya aja ga jelas. Vampir itu Cuma boleh berdiri, ketua.
VAMPIRDIN
(Menimpali) Iya, ketua. Kita Cuma boleh berdiri. Lagi pula kalau kita duduk sutradara pasti marah. Dan ujung-ujungnya honor kita dipotong. Rugi ketua, rugi!
PAPA VAMPIR
Oh iya, aku lupa. Maaf ya, Mas sutradara (Memberi hormat sambil membungkukkan badan ke arah penonton)
MUSIK
SEDANG ASIK-ASIKNYA PARA VAMPIR BERCENGKERAMA DAN BERSILATURAHMI, PARA PERONDA MULAI MENGEPUNG MEREKA DARI DUA ARAH YANG BERLAWANAN. SEBELUM PARA VAMPIR MENYADARI HAL ITU, BONCEL DAN KAWAN-KAWAN MENYERGAP PARA VAMPIR DENGAN BAMBU RUNCING. PARA PERONDA SUDAH MENGELILINGI PARA VAMPIR. SEBAGIAN VAMPIR MERASA KETAKUTAN, TERUTAMA ANAK-ANAK VAMPIR, MEREKA LANGSUNG BERLARI MEMELUK MAMA DARI BELAKANG.
MUSIK FADE OUT
Si GAGAP
(Tarik nafas) Jjjj, jjejaj, jjang, jjangan bbb, bebebb, bbeer
VAMPIROSE
(vampir banci)
(Melenggang menghampiri) Jangan berisik ya. Idih gemesnya akika. Gemes, gemes, gemeees deh!
SAMSIR
(Menjelaskan) Maaf cakap, maksud si Gagap ini kalian jangan bergerak. Iya kan, Gap? (Melirik si Gagap)
Si GAGAP
(Tarik nafas) Iiiiy, iiya..
SAMSIR
(Melanjutkan) Jadi, istilah maaf cakapnya, kalian enggak boleh bergerak. Pinomat menoleh pun juga tidak boleh!
VAMPIROSE
(Lentik) Wah gawat, gawat bo! Kita-kita di sindang ga boleh bergerak, Eh mas, koq kejam amat sih? Akika jadi kebelet pipis nih.
JUFRI
Pipis aja di situ!
VAMPIROSE
(Manja) Idih genit amat sih! Akika kan malu kalau pipis disini. Tuh, lihat tuh (Meninjuk penonton) banyak Om-Om dan Mas-Mas yang ngeliatin kemari. Ogah ah, akika ga mau pipis disini, malu. Ogah, ogah ogah!
SEMENTARA KAMPRET SIBUK DENGAN URUSANNYA SENDIRI MEMERIKSA SEMUA PERBEKALAN YANG DIBAWA PARA VAMPIR DAN MEMPERHATIKAN SATU DEMI SATU VAMPIR.
BONCEL
Sudah, sudah jangan diteruskan! Siapa pimpinan kalian?
PAPA VAMPIR
Saya Mas! (Tunjuk tangan) kalau boleh tau, mas-mas ini siapa ya?
BONCEL
Kami peronda. Kami yang bertanggungjawab atas keamanan kampung ini. Kalian siapa? Dari mana dan mau kemana? Ayo tunjukkan TKP eh salah, KTP kalian!
VAMPIROSE
Eleh, eleh..., mas peronda, kami ini vampir (para peronda surut ke belakang ketakutan dan maju pada posisi semula, mengepung) mana ada KTP.
PAPA VAMPIR
(Meyakinkan) Iya mas, kami ini vampir yang lagi ngungsi, sebab daerah kami sudah tidak aman lagi.
MAMA VAMPIR
(Menambahkan) betul mas, kami memang sedang mengungsi. Daerah kami diserang UFO. (Terisak) mereka menyerang kami dengan alasan daerah kami akan mereka jadikan lapangan sepak bola.
Si GAGAP
Kkkk, kkka, kkkaka (Tarik nafas)
KAMPRET
(Menarik Si Gagap) udah diam! Jangan ngomong dulu! Ternyata semua ayam kami dari babon sampe cucu, kalian malingnya!
PAPA VAMPIR
(Kerutkan kening) Bukan, bukan kami pelakunya. Swear! (Mengacungkan dua jarinya)
KAMPRET
(Marah) Jangan dusta!
SAMSIR
(Menimpali) Istilahnya, jangan bohong! Kalau berani bohong, maaf cakapnya kalian bisa kami jadikan dendeng, pinomat sate. Mau, ha!
MAMA VAMPIR
Kami serius! Bukan kami malingnya!
KAMPRET
(Jengkel) alah... enggak usah pake alasan lah! Ini buktinya! (Menunjukkan seekor ayam yang dibawa vampir)
PAPA VAMPIR
(Menjelaskan) Mas-mas sekalian, ayam-ayam itu kami bawa dari negeri kami sebagai bekal di perjalanan. Kami tidak meminum darahnya. Kami memakan dagingnya koq, mas.
JUFRI
(Sinis) eleh..., eleh...! mana ada vampir makan daging ayam. Tak mungkin, tak mungkin! Yang namanya vampir ya tetap vampir! tukang ngisap darah! Betul kan kawan-kawan!
(KOOR) Betulll....
KAMPRET
Tapi walau bagaimanapun kalian tetap vampir yang suka ngisap darah.
JUFRI
Iya.. Kalian itu serupa dengan softex. Sukanya ngisapin darah! Ih.., jijik aku, wrrrr... (Sambil menggelengkan kepala)
SAMSIR
(Setengah membentak) Alaah..! maaf cakapnya kalian ini istilahnya pasti masih ngisap darah orang, ya kan !
PAPA VAMPIR
(Apology) Gini lho mas-mas sekalian, saat kami pergi ngungsi, kami sudah berjanji pada Dewa 91, bahwa kami tidak lagi menghisap darah manusia. Sebagai gantinya kami hanya diperbolehkan minum fanta rasa apa saja asal tidak rasa manusia (sambil mengeluarkan botol fanta dari saku dan menawarkan pada para peronda) kami sudah diharamkan oleh Dewa 91 meminum darah manusia. Katanya darah manusia sudah tercemar macam-macam penyakit, antara lain penyakit korupsi. Minum darah yang sudah tercemar penyakit korupsi itu tidak baik bagi kesehatan kami…
KAMPRET
(Memotong pembicaraan) dalam hati siapa tau!
PAPA VAMPIR
(Melanjutkan) …apa lagi kami meminum darah orang yang suka memakan makanan haram, otomatis kami akan terkena penyakit 4-S.
JUFRI
(mengerutkan kening) apa pula itu penyakit 4-S?
PAPA VAMPIR
Penyakit 4-S itu adalah, susah melihat vampir senang dan senang melihat vampir susah.
SEMUA PERONDA HANYA MANGGUT-MANGGUT MENDENGAR CERAMAH DARI PAPA VAMPIR. HINGGA AKHIRNYA BONCEL KEMBALI MELANJUTKAN PEMBICARAAN.
BONCEL
(Tersentak) Yang benar aja mas, masa vampir minum fanta? (Mengamati botol fanta yang diberikan papa vampir)
PAPA VAMPIR
Silakan mas, diminum, biar tau rasanya, bahwa itu bukan darah manusia.
MUSIK : ORKESTRA
KEMUDIAN PARA PERONDA MEMINUM FANTA DAN BERBAUR DENGAN PARA VAMPIR SAMBIL BERCENGKERAMA. Si GAGAP PUN TAK MAU KETINGGALAN, DIA MELIRIK VAMPIRA DAN DUDUK DI SALAH SATU SUDUT PANGGUNG. SEMENTARA YANG LAIN SANGAT MENIKMATI SUASANA, SEBAB SUASANA SAAT ITU DENGAN ALUNAN LAGU-LAGU MELANKOLIS MENGGAMBARKAN SEBUAH PESTA TAMAN YANG PENUH DENGAN KEGEMBIRAAN. NAMUN TIBA-TIBA SUASANA ASIK ITU DIKEJUTKAN OLEH LOLONGAN ANEH YANG SEMAKIN MENDEKAT. SEMULA PARA PERONDA DAN PARA VAMPIR TIDAK MEMPERDULIKAN SUARA ANEH ITU. NAMUN, LAMA KELAMAAN, SUARA ITU SEMAKIN MENDEKAT DAN TIBA-TIBA....
SEKAWANAN MAKHLUK BERTULISKAN MUSANG MELINTASI TEMPAT MEREKA! MUSANG-MUSANG ITU BERLARI KESANA KEMARI! HAL INI MEMBUAT PARA PERONDA DAN PARA VAMPIR KEBINGUNGAN.
MUSIK : Berubah menjadi tegang
BONCEL
(Teriak) Musang...! Musang..! kenapa banyak musang disini!
KAMPRET
(Menghardik) Ternyata binatang-binatang inilah yang menggarap habis ayam-ayam kita.
PAPA VAMPIR
Mas peronda, makhluk ini mengincar ayam-ayam kami! Mungkin benar! Makhluk-makhluk inilah yang telah menyantap semua ayam-ayam kalian!
JUFRI, SAMSIR DAN Si GAGAP DIBANTU OLEH BEBERAPA VAMPIR KEJAR-KEJARAN DENGAN MUSANG-MUSANG ITU. WALAU SESEKALI PERONDA DAN VAMPIR YANG MENGEJAR MUSANG MALAH TERBALIK, MUSANG YANG MENGEJAR MEREKA! SEMENTARA ANAK-ANAK VAMPIR ASIK MAIN KUDA-KUDAAN DENGAN DUA EKOR MUSANG. GAWAT!
BONCEL
(Komando) Kawan-kawan! Tangkap musang-musang itu! Binatang-binatang ini yang telah menghabiskan ayam-ayam kita!
MUSIK FADE OUT
SAMSIR
(Menimpali) Istilah maaf cakapnya, kita tangkap hidup atau mati. Hidup Rp.100.000, mati Rp.50.000 per ekor! Hayo..! kejar terus! Pinomat jangan biarkan binatang-binatang ini hidup!
KAMPRET
(Menyambung) Jangan! Jangan sampe mati! Nanti kita semua dituntut WWF! Tangkap aja! Terus kuliti!
MUSIK
SEMUA SIBUK MENGEJAR MUSANG! TAK SATU PUN MUSANG BERHASIL MEREKA TANGKAP! HINGGA AKHIRNYA MUSANG-MUSANG TADI SATU PERSATU LARI MENINGGALKAN PARA PERONDA DAN PARA VAMPIR.
MUSIK FADE OUT
SESAAT PANGGUNG MENJADI SEPI
MUSIK
MUNCUL PARA PERONDA DENGAN NAFAS TERSENGAL-SENGAL TENGAH MENCARI SESUATU (MUSANG). KEMUDIAN PARA VAMPIR JUGA IKUT JADI SIBUK MENCARI-CARI BEKAL MEREKA.
MUNCUL ANAK-ANAK VAMPIR DENGAN MENUNGGANG MUSANG MEMBAWA SPANDUK BERTULISKAN:
TAMAT
SAMPAI KETEMU DI WAKTU DAN GELOMBANG YANG SAMA
Yihaaaa......
MUSIK FADE OUT
LAYAR TURUN